Maturity

Menjadi Tua adalah suatu hal yang pasti


MATURITY


Menjadi Dewasa adalah Pilihan

Senin, 16 Agustus 2010

HUT RI KE-65

Masih teringat dibenakku cerita-cerita ayah kala memperingati HUT kemerdekaan RI.Ayahku adalah seorang pejuang kemerdekaan RI. Dia lahir dan besar di daerah tanah karo.Dia merupakan sosok yang ikut merasakan betapa sakitnya menjadi bangsa yang terjajah. Masa mudanya dihabiskannya dengan berjuang. ia banyak bercerita tentang situasi bangsa ini kala Belanda menjajah bangsa kita. Untuk mendapatkan garam saja kami harus naik turun gunung...katanya. Dari setiap desa ada sekelompok orang yang selalu bersedia untuk mengambil garam ke Belawan. Umumnya kami yang kesana masih muda-muda. Waktu yang kami butuhkan untuk pulang pergi bisa mencapai 1 minggu...kenangnya sambil tersenyum. Maklumlah belum  ada transportasi darat waktu itu. Paling banter mereka menggunakan kereta lembu. masih mending kereta kuda masih cepat, lembu itu jalannya lenggak-lenggok sodara...hehehe

Dimasa penjajahan Belanda, banyak sekali manusia yang meninggal dikampung kami. Setiap orang yang melewati kampung kami langsung diamankan. Karena semua orang yang tak dikenal dicurigai sebagai mata-mata musuh. Kalo keberadaannya ga jelas dan asal-usulnya ga masuk akal langsung dipancung kepalanya dan dibuang ke sungai. Hampir setiap minggu ada korban pembantaian disana. Dan sudah ratusan orang yang meninggal karena kasus itu. Suatu ketika ada seorang tukang obat datang melewati kampung kami. dia langsung ditarik ke post pengamanan kampung. Ketika diintrogasi, dia ga bisa jawab karena terlalu takut.  Sebab dibelakangnya banyak suara2 dari pemuda setempat yang ga enak di dengar. Ada yang bilang..'masukkan aja ke goni'...'pancungkan ajalah!', hanyutkan saja!!. Demikian beberapa orang berteriak-teriak. Bayangkan kalo kita dalam kondisi seperti itu...wah kalo saya disana saya ga akan bisa berbuat apa-apa lagi. Dalam kondisi ini bapakku dengan berbagai alasan meminta teman2nya untuk melepaskan orang tersebut. Karena jelas, dia memang penjual obat.

Setelah indonesia bebas dari penjajahan belanda, masuklah kita kemasa pendudukan jepang. Masa pendudukan jepang kehidupan bangsa ini sangat menderita. Untuk mendapatkan satu pasang baju pun sangat sulit. Uang juga sangat sulit untuk didapatkan. Baju-baju yang dipakai masyarakat kala itu terbuat dari sarung goni yang terbuat dari serabut kelapa. wah, wah...gilak ya....

Ayah juga bercerita bagaimana pentingnya kejujuran dan kesederhanaan. Waktu itu ada seorang namanya Beras. Kami sering sama-sama berjaga di pintu masuk desa, tambahnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari kalo-kalo tentara jepang ada yang diam-diam masuk desa. Setiap berjaga ada saja tingkah si Beras ini yang ga baik. Dia selalu memanfaatkan kondisi darurat itu dengan mencuri milik sesama warga desa. suatu hari  ketika gilirannya menjaga, seperti biasa dia menangkap ayam tetangga dan membakarnya sambil berjaga. Karena keasikan memanggang ayam, tanpa disadarinya tentara jepang sudah mendekati post penjagaan. sementara warga yang lain sudah berlari semua ke gunung dan ke desa lain. Dia sendiri tinggal didesa dan meninggal ditembak tentara jepang...
Sadis ya...ga ada harga nyawa orang sama sekali kala itu.
Dan sampai sekarang keturunan si beras ini ga ada yang baik kehidupannya. Adik kandungnya yang bernama tomas sakit jiwa, anak-anaknya banyak yang kaya secara materi tapi ga sejahtera, karena keturunan mereka ga ada yang normal. Ada yang cacat, ada pertubuhannya ga normal dan ada juga yang gila (read: sakit jiwa)...
makanya hidup jujur dan baik itu penting..imbuh ayah.

Sekarang udah enak, katanya. Apa saja bisa dibeli asalkan ada uang. Kalo dulu, meskipun kita punya uang  ga ada barang yang bisa dibeli. Ayahku merupakan generasi sejarah. dia mengikuti sejarah perjalanan bangsa ini mulai dari era penjajahan, orde lama, orde baru sampai reformasi. Dan ayahku bisa menyesuaikan diri di setiap generasi yang dilaluinya...
Dia belajar membaca, bagaimana cara berpakaian ala jaman sekarang, dan belajar berbahasa indonesia....hebat!

Satu hal selalu ku ingat setiap memperingati hari kemerdekaan, ayahku akan selalu siap mengikuti upacara di ibu kota kecamatan. Mandi pagi dengan penuh semangat. Menggunakan seragam Veterannya berwarna kuning. Memakai peci hitam yang disisi kanannya terdapat pin burung garuda berwarna keemasan. Memakai sepatu ala tentaranya. Dan semangat juangnya yang ga pernah padam...

Aku berharap suatu saat aku akan menjadi sosok yang sehebat dia dalam kehidupan dan perjuanganku yang berbeda...untuk Bangsa Indonesia yang semakin jaya...

SELAMAT MEMPERINGATI HUT RI KE-65
MERDEEEEKKKKAAA!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar