Maturity

Menjadi Tua adalah suatu hal yang pasti


MATURITY


Menjadi Dewasa adalah Pilihan

Rabu, 08 September 2010

Satu Kata


Hai...
Apa kabar?
Kata itulah yang kita ucapkan setiap kali kita bertemu dengan orang yang sudah lama tidak bertemu. untuk mencairkan kembali suasana yang mungkin sudah kaku. Kaku karena sudah lama tidak berkomunikasi. Demikian juga kalo kita mendengarkan siaran di radio. Setiap hari kita akan disuguhi dengan kata-kata sapaan. Bahkan hampir di setiap pergantian acara mereka mengucapkan kata-kata tersebut. Tujuannya supaya bisa mendapatkan hati pendengarnya dan membangun kedekatan emosi dengan mereka.

Satu kata bisa mencairkan kembali hubungan yang sudah beku dan bisa juga dipakai sebagai sarana menjalin kedekatan emosi.

Dalam keseharian kita, sadar maupun tidak, seorang wanita bisa mengeluarkan 30.000 kata dari mulutnya. Sedangkan seorang pria hanya mencapai setengahnya yaitu 15.000 kata perhari.

Kata-kata yang kita ucapkan setiap hari ada yang bermanfaat dan ada juga yang tidak berguna. Alih-alih menyenangkan hati orang lain, justru kebanyakan kata yang kita ucapkan menyakiti hati orang yang ada disekitar kita.

Didalam pergaulan anak-anak muda seringkali kita mendengar kata-kata yang tidak etis. Kata-kata makian.
Misalnya,
  • Sampah
  • Anjis
  • Hina
  • Tai
  • Babi
  • Anjing
  • Begu
  • Kurang ajar
  • Pukimak
  • Asu
  • Banci
  • Bangke
  • Fuck
  • Shit
  • Gila
  • Cacat
  • Kusta
  • Dan masih banyak lagi
Jarang sekali kita mendengar kata-kata yang baik dan enak didengar...

Kata-kata tersebut umumnya dipakai untuk menghina, meremehkan, mengungkapkan kekecewaan, kekaguman/keheranan, dan pujian. Bayangkan saja, orang yang kagum terhadap temannyapun mengucapkan kata anjis, gila atau kata lain yang seharusnya tidak diucapkan.


Sadarkah kita??

Satu kata dampratan bisa menimbulkan kebencian yang menadalam seumur hidup

Satu kata pujian dapat membuat orang bersemangat dan bergembira sepanjang hari

Satu kata yang membangun bisa membuat orang berubah dan berkembang dalam hidupnya

Satu kata asing bisa membuat orang lain berpikir dan nanar

Satu kata hinaan bisa menimbulkan percekcokan seumur  hidup

Satu kata tidak sopan menimbulkan pandangan yang negatif bagi orang-orang yang mendengarnya

Satu kata kasar bisa membuat orang lain sakit hati

Satu kata yang buruk bisa mendiskreditkan orang-orang disekitar kita

Satu kata menekan bisa membuat orang depresi dan putus asa

Satu kata yang lembut bisa menghibur hati yang nestapa

Satu kata kritikan bisa membuat orang kesal, ngambek dan dongkol

Satu kata yang indah akan diingat sepanjang masa

Satu kata lucu membuat orang ceria sepanjang hari

Satu kata cinta nan indah bisa membuat orang dimabuk kepayang

Satu kata bijak datang dari hati yang bijak dan penuh kasih


Hati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Gunakanlah selalu kata yang baik. Kata yang enak didengar dan menyejukkan hati. Kata yang membawa penghiburan, kegembiraan, kebanggaan, semangat dan kepuasan bagi orang yang mendengarnya.







Kamis, 02 September 2010

Amor Vincit Omnia...

bushettt...
hah??
kok bisa??
aku ga nyangka ahh...
aku terkejut!!

Begitulah respon orang-orang ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan mereka. Kita cenderung tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Karena banyak sekali kejadian yang terjadi didepan mata kita. Bahkan kejadian yang tidak masuk akal sama sekali. Kejadian yang sulit diterima akal sehat kita.
Misalnya,

  • Orang yang dipandang sangat sempurna melalukan hal yang tercela
  • Pasangan dengan umur cewek lebih tua dari umur cowok
  • Cowok yang kere punya cewek yang cantik sekali
  • Orang yang super sibuk tapi lulus tepat waktu
  • Orang yang nilainya selalu bagus meskipun jarang masuk kelas
  • Orang yang sangat baik yang selalu mengalami kesialan
Alumni kampus ternama yang jadi teroris

Ohh tidaak

hmm, masak kalah sama kiwil

Memang kw selalu sial nak



Seperti judul dari not ini. Amor Vincit Omnia. Cinta mengalahkan segalanya. Kecintaan yang berlebihan terhadap sesuatu hal akan membuat kita apatis. Tidak peduli terhadap keadaan orang-orang disekitar kita. hal ini akan menimbulkan perpecahan dan gap antara kita dan lingkungan masyarakat disekitar kita.

Suharto dalam kedudukannya sebagai presiden RI pada jamannya berpeluang membangun bangsa  ini menjadi bangsa yang besar. Namun, karena kecintaannya terhadap uang dan keluarga yang terlalu berlebihan membuatnya menderita. Sampai akhir hidupnya ia harus berurusan dengan pengadilan. Tekanan batin karena rasa bersalah dan sakit penyakit membuat penderitaanya kian menyakitkan. Ia yang seharusnya menjadi kebanggaan di mata bangsa Indonesia akhirnya menjadi bahan cemoohan banyak orang.

Demikian juga orang yang terlalu fanatik terhadap keyakinannya. Ia rela melakukan apa saja untuk membela kepentingan agamanya. Tidak jarang orang yang mau menyakiti orang lain untuk mempertahankan apa yang menjadi keyakinanya. Mereka rela membunuh orang-orang yang tidak berdosa dengan alasan menegakkan kebenaran yang menjadi keyakinannya. Bahkan banyak diantara mereka yang rela mati untuk membela keyakinannya. Sungguh naif orang-orang seperti itu.

Saya berharap tidak seorangpun diantara kita yang berencana menjadi seperti kedua contoh diatas...:)

wah2 kok jadi serius banget gini bahasannya ya....

Niat awal memperkenalkan kata 'Amor Vincit Omnia', malah jadi melebar kesini-situ...heheh
Intinya Apapun bisa terjadi karena cinta...
Pilihlah apa yang menjadi kecintaan anda... 
Dan gapailah itu, selama itu positif dan tidak merugikan orang lain.


---+---



Bekerjasama dan Sama-sama Bekerja

Seperti pepatah dalam bahasa indonesia. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh....
Aplikasikasinya bisa kita lihat pada filosofi burung angsa berikut...



Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan burung angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Burung-burung angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan burung angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta:

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah payah untuk menembus “dinding udara” di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran:

Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta:

Kalau seekor burung angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran:

Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta:

Ketika burung angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan burung angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran:

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya burung angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta:

Burung-burung angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada burung angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:

Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta:

Ketika seekor burung angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua burung angsa yang lain akan ikut keluar dari formasi bersama burung angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka akan tinggal dengan burung angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.


Filosofi ini dapat diterapkan dalam segala segi kehidupan kita. Dalam kehidupan keluarga, persahabatan, pekerjaan, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara....



---+---